Desain Foyer Pada Rumah Tinggal
Di artikel edisi lalu, Kami membahas mengenai Front Office, kali ini kami mengangkat tema dengan fungsi yang mirip front office namun dalam skala yang lebih kecil, yakni foyer. Foyer merupakan sebuah ruangan transisi menuju ke ruangan utama dalam sebuah rumah. Foyer lazim digunakan di luar negeri seperti Jepang dan Inggris yang merupakan dua contoh negara dimana Foyer hampir tiap rumah memilikinya. Di Jepang, foyer atau biasa disebut genkan, digunakan sebagai tempat menaruh sepatu, mantel ataupun payung, serta digunakan sebagai airlock agar udara kotor ataupun suhu di luar rumah tidak langsung masuk kedalam ruangan utama.
Sebuah foyer umumnya memiliki ukuran yang kecil karena sifatnya yang hanya sebagai penerima tamu sementara. Rata-rata foyer memiliki ukuran 2 m x 2 m, ukuran tersebut bukanlah ukuran standar, Anda dapat menyesuaikan luasan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan agar dapat digunakan secara maksimal dan tidak mengurangi kebutuhan ruangan lain di rumah Anda. Di Indonesia sendiri, keberadaan foyer sudah lazim digunakan terutama di perumahan-perumahan besar. Banyak orang menyukainya dengan berbagai alasan seperti bila ada kunjungan dari tamu yang kurang dikehendaki tidak dapat melihat secara langsung keadaan di dalam rumah sehingga membuat penghuni rumah menjadi lebih nyaman.
Selain itu, keberadaan foyer dalam rumah juga membantu tamu ketika datang dengan banyak bawaan sebagai area untuk meletakkan barang tamu seperti jas hujan, jaket maupun sepatu dan barang lainnya sehingga tamu menjadi lebih nyaman ketika memasuki area ruang tamu.
Karena foyer merupakan ruangan pertama di rumah Anda yang akan dilihat oleh orang lain , maka kerapihan serta kebersihan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan aksesoris ruangan, cat dinding serta furnitur yang dipadukan dengan baik serta memiliki kesinambungan dengan konsep desain ruangan lain di rumah Anda, akan mampu memberikan point tersendiri yang mampu membuat ruangan mini tersebut menjadi menarik.
Saat menentukan furnitur apa saja yang akan digunakan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yakni luas ruangan serta fungsi apa saja atau kegiatan apa saja yang diwadahi ruangan tersebut. Apakah hanya digunakan untuk penerima tamu sementara atau digunakan untuk menaruh barang seperti payung atau mantel seperti fungsi genkan di Jepang. Setelah itu baru dapat membeli furnitur yang akan digunakan untuk mengisi foyer Anda.
Berikut ini merupakan beberapa contoh desain foyer dari tim Archira, semoga membantu Anda mendapatkan inspirasi untuk ruangan rumah Anda.
DESAIN 1.
Pada desain 1 ini, foyer didesain dengan tema rustic atau lebih mengutamakan elemen-elemen bertekstur kasar dalam desain interiornya. Foyer pada tema ini memiliki ukuran 2,7 m x 1,5 m dan berfungsi sebagai area penerima tamu dengan furnitur seperti bangku dan tempat sepatu serta penggantung jas hujan atau jaket dan tempat payung. Dengan hadirnya furnitur ini, Tamu akan merasa sangat terbantu dan dengan mudah dapat meletakkan barang-barangnya terutama pada saat musim hujan. Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, penataan foyer ini menjadi maksimal dan berfungsi sesuai dengan kebutuhannya. Foyer bertema rustic ini didominasi oleh warna-warna hangat seperti krem dengan paduan batu alam kasar menambah kuat tema rustic pada ruangan ini. Sebagai pemanis ruangan serta elemen yang cukup penting pada setiap ruang, ditambahkan jam dinding berwarna merah marun sebagai point of interest pada ruangan ini, sehingga pengunjung dapat dengan mudah melihat jam dinding. Selain dari penggunaan warna hangat dan batu alam, untuk lebih memperkuat kesan rustic pada ruangan ini, jendela yang digunakan berbentuk lengkung dengan warna merah marun senada dengan jam dinding.
Kehadiran jendela lengkung dengan pola kotak-kotak di dalamnya semakin memperkuat kesan rustic pada desain mediterania. Dengan begitu cahaya dengan sangat bebas dapat masuk ke dalam ruangan serta pemandangan dari dalam ruangan menjadi semakin luas dan bebas. Pemilihan desain furnitur juga sangat mendukung keseluruhan tema desain pada ruangan. Pada tema ini, furnitur yang digunakan semua menggunakan kayu solid dengan finishing coklat tua sehingga tekstur dan motif kayu masih sangat jelas. Bentuk dari furnitur juga sederhana dengan tetap mempertahankan keaslian bentuk kayu seperti yang terlihat pada bangku. Penambahan elemen berupa lampu dinding bergaya klasik semakin memperkuat tema rustic.
DESAIN 2.
Berbeda dengan tema sebelumnya, foyer ini menerapkan tema klasik pada desainnya. Secara fungsi ruangan ini murni sebagai area penerima tamu atau transisi tamu sebelum tamu masuk ruang tamu. Selain itu, ruangan ini juga berfungsi agar tamu tidak langsung melihat kondisi ruang tamu sehingga penghuni dapat lebih mudah mengontrol setiap tamu yang datang. Foyer klasik ini pada dindingnya semuanya menggunakan wallpaper dengan motif klasik berwarna merah. Penggunaan warna merah pada ruangan ini agar memberikan kesan hangat dan ramah pada tamu yang datang. Wallpaper yang menyelimuti seluruh ruangan bertujuan agar tamu dapat langsung merasakan pengalaman berbeda ketika memasuki foyer ini. Gambar perspektif di kanan dan dibawah (warna merah-red) memperlihatkan furnitur yang digunakan pada foyer sesuai dengan fungsinya. Karena fungsinya sebagai ruangan transisi penerima tamu, maka tidak banyak furnitur yang digunakan di ruangan ini. Ruangan ini hanya dilengkapi dengan cermin dinding yang tepat berhadapan dengan pintu masuk serta meja dengan desain klasik yang berfungsi sebagai area penyimpanan barang-barang kecil dan tempat memajang beberapa barang unik bernuansa klasik. Untuk pemilihan warna furnitur, agar kontras dengan wallpaper yang digunakan semua menggunakan warna putih bersih khas desain klasik. Dengan warna ini maka kombinasi antara warna merah wallpaper yang berani dapat diseimbangkan oleh warna putih polos pada furnitur sehingga meskipun desain ini klasik namun tidak terlalu banyak ornamen.
DESAIN 3.
Tema pada foyer desain ke tiga ini adalah modern. Di mana tema modern sangat identik dengan minimalis dan mengutamakan fungsi daripada ornamen atau desain tambahan. Foyer yang memiliki ukuran mungil yaitu 1,2 m x 1,3 m ini memiliki fungsi sebagai area meletakkan barang dan merapikan pakaian sebelum pergi. Lokasi dari foyer ini berhadapan langsung dengan ruang tamu tanpa menggunakan partisi. Desain foyer ini didominasi oleh warna-warna alam seperti dinding bercat coklat dan elemen kayu pada furnitur. Dengan mengutamakan fungsi, foyer ini didesain sangat simpel tanpa ada tambahan hiasan pada dinding di sekelilingnya.
Gambar di kiri bawah, dengan jelas memperlihatkan fasilitas ruang foyer yang terdiri dari satu set furnitur multi fungsi. Adapun untuk mengakomodir seluruh kegiatan dalam foyer, furnitur didesain menyatu dengan fasilitas cermin sebagai area berkaca untuk merapikan pakaian sebelum bepergian. Ada juga gantungan jaket atau jas hujan, tempat payung dan area duduk untuk melepas sepatu dengan almari sepatu tepat di bagian bawah tempat duduk. Dengan furnitur yang simpel namun sangat fungsional ini, ruang pada rumah pun dapat dimanfaatkan sebagai foyer. Semoga bermanfaat !. ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira
ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira
Jl. Garuda 185B, RT 05/RW 30, Gejayan,
Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
Telp. 0274-882480
email. archsketchstudio@gmail.com
www.arsitekarchira.com

















































































